Tes Kemampuan Akademik untuk Masuk Kuliah Seni: Apa yang Perlu Kamu Tahu?

Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai syarat masuk kuliah seni di PTN favorit

Buat kamu yang sekarang masih SMA dan bercita-cita kuliah di jurusan seni, pasti sudah tahu bahwa perjalanan masuk ke kampus seni favorit tidak sesederhana hanya “bisa menggambar”. Ada banyak tahapan seleksi, salah satunya adalah Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Nah, meskipun jurusan yang kamu incar adalah seni rupa, desain, tari, musik, atau teater, kampus tetap butuh memastikan bahwa kamu punya dasar akademik yang cukup. Jadi, TKA bukan untuk menjadikanmu ilmuwan atau matematikawan, melainkan untuk menguji kesiapan dasar supaya kamu bisa mengikuti perkuliahan dengan baik.


Apa Itu Tes Kemampuan Akademik (TKA)?

Secara umum, TKA adalah ujian yang mengukur penguasaan materi pelajaran akademik inti. Kalau di jurusan Saintek biasanya fokus ke Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi, sedangkan Soshum lebih ke Ekonomi, Sejarah, Sosiologi, dan Geografi.

Tapi untuk jalur masuk jurusan seni, TKA biasanya lebih ringan dan lebih ke arah pelajaran umum, misalnya:

  • Matematika Dasar → sekadar logika numerik dan hitungan sederhana.
  • Bahasa Indonesia → membaca, memahami teks, logika bahasa.
  • Bahasa Inggris → kemampuan membaca teks dan kosa kata dasar.
  • Pengetahuan Umum → kadang ditambahkan soal logika atau wawasan umum.

Artinya, meskipun kamu ingin jadi mahasiswa seni, TKA tetap hadir sebagai syarat akademik minimum.


TKA vs Tes Keterampilan Seni: Mana yang Lebih Penting?

Nah, ini yang sering bikin bingung calon mahasiswa seni. Mana sih yang lebih penting, TKA atau tes keterampilan seni?

Jawabannya: dua-duanya penting, tapi dengan porsi berbeda.

  • Tes Keterampilan Seni (misalnya menggambar, portofolio, wawancara) → jadi penentu utama karena jurusan seni butuh bukti keterampilan praktis.
  • TKA → jadi pelengkap yang memastikan kamu layak secara akademik.

Misalnya di FSRD ITB, selain ada ujian keterampilan menggambar, tetap ada tes akademik berupa Matematika atau pengetahuan umum. Di kampus seni seperti ISI (Institut Seni Indonesia), biasanya ada gabungan: TKA sederhana, tes bakat minat, portofolio, dan wawancara.

Jadi jangan salah kaprah. Kalau kamu hanya fokus menggambar tanpa persiapan TKA, bisa saja tersandung karena nilai akademik tidak memenuhi standar minimum.


Mata Ujian TKA untuk Calon Mahasiswa Seni

TKA untuk jurusan seni tidak serumit TKA saintek atau soshum. Biasanya meliputi:

  1. Bahasa Indonesia
    • Membaca cepat dan pemahaman teks.
    • Sinonim, antonim, logika kalimat.
  2. Matematika Dasar
    • Aritmetika sederhana.
    • Persentase, perbandingan, logika numerik.
  3. Bahasa Inggris
    • Pemahaman bacaan singkat.
    • Grammar dasar dan kosa kata umum.
  4. Pengetahuan Umum / Logika
    • Kadang ditambahkan soal logika verbal.
    • Pertanyaan seputar wawasan umum.

Bandingkan dengan tes keterampilan seni yang bisa berupa:

  • Gambar ekspresi.
  • Gambar imajinatif.
  • Tes pengetahuan seni (misalnya sejarah seni rupa).
  • Portofolio karya.
  • Wawancara motivasi dan pengetahuan seni.

Kenapa TKA Penting Bagi Anak Seni?

Mungkin kamu berpikir, “Lho, aku kan mau kuliah seni, kenapa masih harus mikirin TKA?”

Jawabannya simpel: karena PTN ingin mahasiswa yang seimbang. Seni memang butuh kreativitas, tapi kuliah seni juga melibatkan teori, analisis, bahkan hitungan (contohnya di Desain Komunikasi Visual ada kalkulasi produksi, di Arsitektur ada Matematika untuk struktur).

Selain itu, TKA juga:

  • Menyaring calon mahasiswa → agar sesuai standar akademik kampus.
  • Membuktikan kesiapan belajar → bahwa kamu bisa mengikuti mata kuliah umum di awal semester.
  • Memberi nilai tambah → kalau nilai keterampilanmu bagus tapi TKA-mu juga stabil, peluang masuk makin besar.

Strategi Menghadapi TKA untuk Anak Seni

  1. Pahami Format Soal
    Cari tahu dulu seperti apa TKA di kampus tujuanmu. Misalnya ITB, ISI, atau UNY punya aturan berbeda.
  2. Belajar Materi Dasar Saja, Jangan Overthinking
    Karena TKA seni biasanya lebih ringan, cukup kuasai Matematika dasar, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris standar SMA.
  3. Latihan Soal Rutin
    Walau tidak banyak, tetap sediakan waktu latihan. Misalnya kerjakan 20 soal Matematika dasar setiap hari.
  4. Seimbangkan dengan Latihan Keterampilan Seni
    Jangan sampai persiapan TKA mengorbankan latihan gambar atau portofolio. Ingat, porsi keterampilan seni tetap yang utama.
  5. Manajemen Waktu Ujian
    Saat ujian gabungan, biasanya TKA datang duluan lalu tes keterampilan. Pastikan kamu tidak kehabisan energi sebelum masuk sesi menggambar.

Kesalahan Umum Calon Mahasiswa Seni

  1. Hanya Fokus ke Portofolio, Lupa TKA
    Banyak siswa merasa cukup dengan skill menggambar, padahal nilai akademik minimum juga harus lolos.
  2. Belajar TKA dengan Cara Anak Saintek/Soshum
    Padahal TKA seni lebih ringan. Jangan buang energi belajar materi yang tidak keluar.
  3. Tidak Tahu Sistem Seleksi Kampus Tujuan
    Setiap PTN punya aturan berbeda. Misalnya, di UNY bobot TKA bisa lebih kecil daripada tes keterampilan, sedangkan di ITB bisa seimbang.

Kesimpulan

Tes Kemampuan Akademik (TKA) memang bukan faktor utama untuk masuk jurusan seni, tapi jangan sampai diremehkan. Buat kamu yang bercita-cita jadi mahasiswa seni di kampus favorit, TKA adalah gerbang akademik dasar, sedangkan tes keterampilan seni adalah gerbang utama.

Persiapan yang seimbang antara belajar TKA dasar dan melatih keterampilan seni akan membuat peluangmu lebih besar. Jadi, jangan sampai ada yang terlewat.

👉 Sudah siap menghadapi TKA sekaligus menunjukkan bakat senimu? Mulailah latihan dari sekarang, gabungkan belajar akademik dengan latihan portofolio, dan buktikan kalau kamu pantas duduk di bangku kampus seni impianmu!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top