Prospek kerja Jurusan Seni Rupa

Hingga kini, masih cukup banyak orang-orang yang mempertanyakan tentang prospek kerja di bidang jurusan seni rupa. Banyak yang berasumsi bahwa lulusan dari jurusan itu hanya menjadi seniman saja. Paling tidak, menjadi pengajar gambar atau mungkin dosen seni rupa yang mengajarkan teknik berkarya. Sebenarnya terdapat prospek kerja lainnya yang cukup terbuka di Indonesia, apalagi di era sekarang sudah banyak orang mulai mengenal dan jadi penikmat seni. Walaupun, harus diakui bahwa jika ingin berkarir di bidang seni rupa, kita harus lebih bersabar dan berusaha, serta membuka koneksi sebanyak-banyaknya. Sebab, lapangan pekerjaan untuk lulusan seni rupa di Indonesia masih cenderung sedikit dibanding dengan lapangan kerja bidang studi major lainnya. Namun, bila sudah memiliki kepakaran khusus dan dikenal dalam dunia seni rupa, akan banyak orang yang membutuhkan jasa kita. Di samping itu, ruang lingkup seni rupa masih cenderung sempit, jadi kita akan lebih sering bertemu dengan orang-orang sama.

Artikel ini akan membahas tentang beberapa prospek kerja di bidang jurusan seni rupa secara umum. Dari tulisan ini setidaknya dapat memberikan informasi bahwa terdapat beberapa pekerjaan seni rupa lainnya yang mungkin bisa dipilih untuk menjadi sumber penghasilan. Jadi, para orang tua calon mahasiswa, dan teman-teman yang ingin atau sedang berkuliah di jurusan seni rupa bisa membayangkan profesi ke depannya.

Mari kita bahas satu-satu!

1. Seniman

Jurusan Seni Rupa

Potret Raden Saleh

Tentu saja seniman merupakan prospek kerja yang paling dikenal bila kita lulus dari sekolah seni rupa. Tugas utamanya adalah membuat karya, namun dalam praktiknya tidak dilakukan secara asal. Seniman melakukan riset dan eksperimen tentang gagasan yang ingin dia sampaikan kepada publik. Bahasa yang digunakan adalah bahasa rupa, tanda, dan simbol. Jadi, tidak disampaikan secara naratif. Tujuannya, mengajak publik untuk ikut merenungkan karyanya, sehingga mereka dapat melatih imajinasi, kepekaan, sensibilitas dan persepsi melalui visual.

Berkarir jadi seniman dapat dimulai sebagai artisan (asisten seniman) yang bekerja langsung bersama seniman mapan. Biasanya para seniman yang butuh asisten akan mencari mahasiswa atau seseorang yang mempunyai teknik berkarya yang mirip dengannya. Selain itu juga, para calon seniman bisa dengan aktif berpartisipasi dalam pameran atau kompetisi seni rupa. Lambat laun, seniman akan mulai dikenal berpeluang untuk dikontrak oleh galeri menjadi seniman representatif, yaitu seniman yang dipromosikan dan dipasarkan karya-karyanya sebagai perwaklian galeri.

Seniman juga dapat bekerja sama dengan desainer interior atau arsitek untuk membuat karya komisi yang digunakan sebagai elemen estetik pada sebuah bangunan. Bisa juga berkolaborasi dengan instansi korporat atau brand aparel dalam mengembangkan produknya. Bahkan seniman dapat mengisi sebagai pembicara sesi diskusi atau menjadi juri di sebuah kompetisi seni rupa.

2. Pengajar

Jurusan Seni Rupa

Pengajar Bimbel Gambar Villa Merah

Bekerja di sektor pendidikan sebagai dosen atau guru juga bisa dilakukan bila teman-teman mempunyai semangatuntuk mengajar. Sebagai pengajar dari lulusan seni rupa, tidak hanya mengajarkan teknik berkarya saja, namun juga bisa memberikan wawasan seni rupa dan mengembangkan proses kreatif siswa-siswa yang diajarkannya.

Jika menjadi seorang pengajar, kita dapat memanfaatkan waktu di luar kegiatan mengajar untuk membuat karya atau mengerjakan proyek lainnya. Intinya, teman-teman bisa sambil mengerjakan hal lainnya.

3. Kurator

Jurusan Seni Rupa

Jim Supangkat, salah satu kurator di Indonesia

Dapat dikatakan bahwa kurator adalah orang yang pekerjaannya merancang pameran. Mereka dapat bekerja secara independen atau menjadi kurator inhouse pada instansi museum atau galeri. Tugas dalam perancangan pameran, kurator bertanggungjawab untuk membuat konsep, tulisan, menyeleksi karya, menata karya, dan mengisi program publik seperti tur pameran atau sesi diskusi. Kurator harus bisa melakukan riset terhadap karya yang akan dipamerkannya, kemudian dipresentasikan kepada publik dalam bentuk pameran. Perannya, sebagai orang yang menjembatani antara seniman dan publik agar dapat lebih mudah dipahami karya-karya yang dipamerkan.

Bidang yang harus dikuasai oleh seorang kurator adalah sejarah dan teori seni. Selain itu, dia harus memiliki keahlian dalam menganalisis karya serta kepekaan artistik untuk bisa menampilkan karya agar pamerannya tampak bagus. Dapat dikatakan bahwa kurator adalah seorang peneliti seni rupa yang hasil penelitiannya dipamerkan dalam sebuah ruang pamer.

4. Konservator / Restorator Seni Rupa

Jurusan Seni Rupa

Proses restorasi lukisan. (Sumber: Baumgartner Restoration Youtube Channel)

Profesi ini dapat dikatakan masih sedikit di Indonesia jika dibandingkan dengan koleksi karya seni yang dimiliki oleh kolektor maupun pemerintah. Pekerjaan ini masuk ke dalam ranah perlindungan cagar budaya yang tugasnya adalah melindungi, merawat, dan memperbaiki objek-objek cagar budaya yang dianggap penting agar tetap lestari, sehingga generasi mendatang masih bisa menikmatinya secara langsung.

Seorang konservator atau restorator seni rupa harus memiliki pemahaman tentang kimia, biologi, dan material. Oleh sebab itu, di Indonesia, mereka yang bekerja di museum pada umumnya memilki latar belakang bukan seni rupa. Namun begitu, profesi ini membutuhkan pemahaman tentang sejarah seni rupa dan teknik berkarya yang kuat. Dalam praktiknya, konservator melakukan pembersihan karya, menjaga suhu ruang, membuat laporan kondisi dan memperbaikinya jika masih rusak ringan, serta memutuskan layak atau tidaknya kondisi fisik karya jika akan dipamerkan. Sedangkan restorator bertugas untuk mengembalikan karya ke dalam keadaan semula seperti saat pertama kali ditemukan tanpa mempercantiknya.

5. Penulis Seni Rupa

Jurusan Seni Rupa

Tulisan liputan pameran di media cetak. (Sumber: Pikiran Rakyat edisi 13 Januari 2017)

Menjadi penulis mungkin bisa menjadi salah satu pilihan teman-teman untuk berkarir di dunia seni rupa. Tentu saja topik yang dibahas pada tulisan kalian itu secara spesifik tentang seni rupa, namun masih berpeluang untuk dikolaborasikan dengan bidang keilmuan lainnya.

Penulis yang dimaksud pada artikel ini bermakna luas. Intinya, orang-orang yang bekerja dengan memproduksi dan mempublikasikan tulisannya dalam bentuk apapun. Profesi tersebut bisa jadi seorang peneliti, jurnalis/reporter, kritikus seni, penulis esai, dll. Di era sekarang, tulisan yang sudah dibuat itu dapat dikembangkan menjadi sebuah konten. Cakupannya bisa ke arah sejarah, teori, fun fact, profil seniman, pameran, opini, gaya-gaya seni rupa, dan lain sebagainya. Tentu saja untuk menjadi seorang penulis harus bisa menulis dengan baik dan memiliki wawasan yang sangat luas.

6. Art Management

Jurusan Seni Rupa

Tim pengelola galeri

Pekerjaan di bidang manajemen seni mungkin masih sedikit diketahui oleh banyak orang. Lingkup kerjanya kurang lebih mirip dengan profesi di bidang pengelolaan lainnya, namun lebih spesifik pada penyelenggaraan pameran atau mengelola institusi seni.

Menyelenggarakan pameran dan juga mengelola institusi galeri atau museum seni rupa membutuhkan tim untuk menjalankan aktivitasnya. Bekerja sebagai penyelenggara pameran seni harus memahami berbagai kebutuhan seniman sekaligus menangani karyanya agar dapat terpajang dengan baik, karena setiap karya memiliki kebutuhan yang berbeda dalam pemajangan karya. Sedangkan dalam institusi, selain menyelenggarakan aktivasi program-programnya, juga harus mengelola dan merawat koleksi yang mereka simpan.

7. Art Therapist

American Art Therapy Association

Profesi yang bekerja di bidang kesehatan mental ini dapat dikatakan sangat langka di Indonesia. Menurut detik.com jumlah terapis seni yang berlisensi di Indonesia hanya berjumlah enam orang. Mereka adalah orang-orang yang melakukan terapi seni dengan bentuk psikoterapi yang menggunakan seni sebagai medium berekspresi dan berkomunikasi. Biasanya dapat diterapkan pada pasien yang sulit mengungkapkannya dengan kata-kata. Media yang biasa digunakan dalam terapi seni bermacam-macam, seperti pensil, cat, clay atau tanah liat dan media menggambar lainnya. Terapi seni tidak untuk menangani penyakit mental yang berat, mereka lebih pada tahap pencegahan atau tahap-tahap awal penyakit mental. Tentu saja penyakit mental berat harus diserahkan ke psikolog atau psikiater.

Profesi terapis seni perlu melanjutkan studi di bidang terapi seni. Di Inggris, biasanya orang-orang yang melanjutkan ke terapi seni merupakan lulusan dari seni rupa atau desain, namun tidak menutup kemungkinan orang-orang yang lulus dari psikologi dan lainnya, asalkan mereka berkomitmen untuk melakukan praktik seni rupa.

8. Bisnis Seni Rupa

Arthandler sedang memajang karya. (Sumber: Instagram @serrum_arthandling)

Bisnis yang berhubungan dengan seni rupa mengarah pada jasa atau produksi. Di era sekarang, jumlah galeri dan mahasiswa seni rupa sudah banyak. Kebutuhan akan jasa dalam membantu keberlangsungna pameran atau acara seni lainnya juga ikut meningkat. Berkesinambungan dengan pameran, produksi karya pun ikut meningkat dan pasti membutuhkan bahan-bahan keperluan lainnya untuk mendukung pembuatan karya.

Jasa transport karya seni bisa jadi sebuah pilihan karena jumlahnya masih sedikit. Biasanya jasa pengiriman karya ini dibarengi dengan jasa pengemasan karya. Setiap karya yang dibuat oleh seniman memiliki material yang berbeda-beda, jadi perlu ditangani dengan tepat agar karya tidak rusak selama proses pengiriman. Arthandler merupakan jasa paling penting dalam persiapan pameran seni. Mereka bertugas dalam proses pemasangan karya. Perlu diketahui, bahwa tidak sedikit karya yang akan dipajang memiliki cara yang berbeda, tergantung dari seniman dan jenis karyanya.

Produsen atau penjual material untuk berkarya sangat dibutuhkan oleh para seniman. Bahkan orang-orang yang sekedar hobi membuat pun membutuhkannya. Apalagi jika ada produsen yang bisa memproduksi sesuai dengan kebutuhan para seniman dengan bahan dan hasil yang bagus. Sebagai produsen di bidang ini juga dapat mengembangkan bisnisnya dengan membuat benda hias sebagai elemen estetis dalam sebuah ruangan, seperti lukisan, patung, dll.

Begitulah beberapa contoh prospek kerja di bidang jurusan seni rupa yang mungkin belum diketahui oleh banyak orang. Dengan begitu, sebagai lulusan dari jurusan seni rupa tidak perlu bingung atau takut lagi setelah lulus kuliah kalian akan berkarir di bagian yang mana. Semoga artikel ini dapat membantu teman-teman dalam mebayangkan propek ke depannya.

Jika ada lagi profesi yang bisa dikembangkan dalam bidang seni rupa tulis di komen, ya!

Persiapkan Diri Masuk Jurusan Seni Rupa dari Sekarang

Hampir semua kampus dengan jurusan Seni Rupa Desain mensyaratkan tes menggambar dan portofolio desain sebagai bagian dari seleksi masuk. Oleh karena itu, mempersiapkan kemampuan menggambar sejak dini adalah langkah terpenting. Untuk itu, Bimbel Gambar Villa Merah membuka Kelas Program Seni Rupa Desain yang dirancang khusus untuk siswa kelas XII SMA atau alumni yang ingin masuk jurusan Desain Produk, Seni Rupa, maupun Desain.

Program ini mencakup gambar dasar, gambar komposisi, gambar naratif, dan pengembangan portofolio. Selain itu, materi disesuaikan dengan standar tes masuk kampus desain ternama seperti ITB, ITS, UNS, dan Telkom University. Program tersedia dalam dua format belajar:

Dengan bimbingan yang tepat, peluangmu masuk kampus Desain Produk terbaik akan semakin besar. Jangan tunda lagi — daftar sekarang!

Scroll to Top